Sabtu, 25 September 2021

SELAMAT DATANG DI AUTISFAMILY


BLOG INI - merupakan  kisah nyata anak kami, AJENG.
Kami pernah merasakan masa-masa sulit dalam mengupayakan "kesembuhan"  yang dialami Ajeng  ketika didiagnosa autis hiperaktif non verbal..hingga pada usia  8 th..Ajeng mulai pulih dan kini menjelma menjadi anugerah terbaik dari Allah .



 

.
Beda tidak untuk dibedakan..tapi beda  adalah sebuah karunia yang bisa memberikan warna, makna dan semangat yang luar biasa. Ada banyak cerita, foto dan gambar ..semoga bisa menambah manfaat dan semangat bagi anda .

Mr.RIZZ- yogya
SMS / WA : 081 2275 34788 

 PIN : 2A46E178 


email :   rizz2000@rocketmail.com

 Gabung di komunitas autisfamily.. 
klik aja dan isi form nya


Jeng Kelin by ajeng "dalam detik"

autisfamily di buletin London School Center for autism awareness

KOLEKSI BUKU KU BISA ANDA MILIKI






  info stok dan harga 081 2275 347 88
KOLEKSI BUKU PSIKOLOGIS TORREY HAYDEN

Minggu, 29 Agustus 2021

Anak anak yang berotak kanan di dunia yang berotak kiri

Ada buku bagus nih...bisa jadi refernsi untuk anda

MINAT BELI...??? 
order aja bisa ke
081227534788 LINE WA SMS bisa selama stok ada

BAGAIMANA CARA BELAJAR ANAK-ANAK YANG DOMINAN OTAK KANAN
Anak-anak yang didiagnosa ADD, ADHD dan Learning Disability mempunyai cara berbeda dalam belajar. Anak-anak tersebut pada umumnya lebih dominan otak kanannya sehingga membutuhkan cara belajar “berbeda” dari anak-anak yang dominan otak kirinya. Bagaimana cara belajar dengan anak-anak yang dominan otak kanannya? Mari kita coba langkah-langkah dibawah ini (yang membutuhkan pemahaman lebih dari kita para orang tua dan pendidik lainnya):
1. Ajak anak untuk bekerja sama
Anak-anak yang dominan otak kanan lebih peka perasaannya, oleh karena itu mulailah belajar dengan meminimalkan tekanan terhadap anak. Hal ini sangat penting untuk meningkatkan rasa percaya dirinya. Tegaskan bahwa apapun yang terjadi pada ananda, anda akan tetap menyayanginya. Jangan ragu dan malu untuk mengungkapkan kasih sayang pada anak. “Ayah dan ibu menyayangi kamu karena kamu adalah _________” (isi dengan nama ananda).

Setelah menguatkan rasa percaya dirinya, lakukan pendekatan kepada anak dengan kata-kata yang jauh dari kesan menyuruh. Sikap orang tua yang santai dan bersahabat akan menjadikannya tahu bahwa tidak ada agenda khusus dan tidak ada harapan tertentu.“Rudi, habis makan malam nanti kita membaca bersama yuk? Berduaan? (misalnya). Atau jangan menanyakan sesuatu pada anak dengan nada putus asa seperti :”Apakah kamu sudah belajar?” atau “Apa PR mu sudah kamu kerjakan?”. Pertanyaan –pertanyaan ini akan membuat ananda semakin menjauh dari kegiatan tersebut(belajar-mengerjakan PR) karena secara tidak sadar kita telah “menghakimi “ mereka.

2. Jangan mengkritik anak anda (hargai setiap usahanya)