Sabtu, 25 September 2021

SELAMAT DATANG DI AUTISFAMILY

BLOG INI - merupakan  kisah nyata anak kami, AJENG.
Kami pernah merasakan masa-masa sulit dalam mengupayakan "kesembuhan"  yang dialami Ajeng  ketika didiagnosa autis hiperaktif non verbal..hingga pada usia  8 th..Ajeng mulai pulih dan kini menjelma menjadi anugerah terbaik dari Allah .



 

.
Beda tidak untuk dibedakan..tapi beda  adalah sebuah karunia yang bisa memberikan warna, makna dan semangat yang luar biasa. Ada banyak cerita, foto dan gambar ..semoga bisa menambah manfaat dan semangat bagi anda .

Mr.RIZZ- yogya
SMS / WA : 081 2275 34788 

 PIN : 2AD96F37 
           2A46E178(FULL)

email :   rizz2000@rocketmail.com

 Gabung di komunitas autisfamily.. 
klik aja dan isi form nya


Jeng Kelin by ajeng "dalam detik"

autisfamily di buletin London School Center for autism awareness

KOLEKSI BUKU KU BISA ANDA MILIKI









  info stok dan harga 081 2275 347 88
KOLEKSI BUKU PSIKOLOGIS TORREY HAYDEN

Senin, 30 Agustus 2021

buku motivasi the spark


Minat ?? sms aja ke 081 2275 34788
Merdeka.com - Tak ada hal yang tak mungkin. Kalimat ini cocok untuk menggambarkan keadaan dan prestasi yang telah diraih Jacob Barnett, seorang anak berusia 14 tahun yang digadang-gadang akan memenangkan hadiah Nobel suatu hari nanti.
Ketika berusia dua tahun, Jacob didiagnosis memiliki autisme. Dokter memberitahu orang tua Jacob bahwa dia kemungkinan tak akan bisa berbicara atau membaca, atau bahkan mengurus dirinya sendiri seumur hidup. Namun kenyataannya, diagnosis dokter tersebut salah besar.
Saat ini, Jacob barnett yang baru berusia 14 tahun telah menjadi mahasiswa Master yang berusaha mendapatkan gelar PhD dalam bidang fisika quantum. Berdasarkan BBC, remaja yang memiliki IQ 170 ini telah disiapkan untuk menerima hadiah Novel suatu hari nanti.
Sejak masuk ke Indiana University-Purdue University Indianapolis (IUPUI) saat berusia 10 tahun, Jacob telah membuat profesor dan rekannya takjub dengan kecerdasannya yang luar biasa. Remaja ini bahkan membantu rekan mahasiswanya dalam mata kuliah kalkulus dan telah bergabung menjadi peneliti ilmiah.
IQ Jacob diperkirakan telah melampaui IQ Albert Einstein. Berdasarkan laporan TIME tahun 2011, Jacob bahkan diharapkan untuk bisa mematahkan teori relativitas yang ditemukan oleh Albert Einstein suatu hari nanti.
Selain belajar di universitas, Jacob Barnett yang memiliki Sindrom Asperger ini juga merupakan penulis buku dan wirausahawan. Jacob dan keluarganya menjalankan yayasan sosial yang disebut Jacob's Place untuk anak-anak yang memiliki autisme. Mereka menggunakan yayasan ini untuk membongkar banyak mitos seputar anak-anak autis, serta membuktikan bahwa anak autis bisa menjadi hebat.
"Saya sama sekali tidak diharapkan untuk ada di sini. Anda tahu, dokter mengatakan saya bahkan tak akan bisa berbicara. Kemungkinan besar ada terapis yang sedang ketakutan ketika melihat saya ada di sini," ungkap Jacob Barnett, seperti dilansir oleh Huffington Post (11/05).
Meski perjalanan Jacob terlihat mulus, namun kenyataannya ibunya Kristine Barnett mengatakan bahwa Jacob selalu bekerja keras melewati setiap hari untuk bisa mengalahkan autisme yang dideritanya.
"Dia menghadapinya setiap hari. Ada hal-hal yang diketahuinya tentang dirinya dan dia harus berusaha mengaturnya setiap hari," ungkap Kristine. Pada bulan April, Kristine menerbitkan sebuah memoar yang menceritakan pengalamannya membesarkan Jacob, berjudul "The Spark: A Mother's Story of Nurturing Genius."
Kristine berharap buku dan kisah mengenai Jacob bisa menjadi inspirasi bagi semua orang tua dan anak yang memiliki autisme di dunia. Kisah Jacob diharapkan bisa membuat semua anak yang memiliki kekurangan atau didiagnosis dengan penyakit tertentu tidak patah semangat dan terus berusaha. Mereka bisa melakukan dan meraih apapun yang mereka inginkan. http://www.merdeka.com/gaya/jacob-barnett-anak-autis-dengan-iq-melebihi-einstein.html

Minggu, 29 Agustus 2021

Anak anak yang berotak kanan di dunia yang berotak kiri

Ada buku bagus nih...bisa jadi refernsi untuk anda

MINAT BELI...??? 
order aja bisa ke
081227534788 LINE WA SMS bisa selama stok ada

BAGAIMANA CARA BELAJAR ANAK-ANAK YANG DOMINAN OTAK KANAN
Anak-anak yang didiagnosa ADD, ADHD dan Learning Disability mempunyai cara berbeda dalam belajar. Anak-anak tersebut pada umumnya lebih dominan otak kanannya sehingga membutuhkan cara belajar “berbeda” dari anak-anak yang dominan otak kirinya. Bagaimana cara belajar dengan anak-anak yang dominan otak kanannya? Mari kita coba langkah-langkah dibawah ini (yang membutuhkan pemahaman lebih dari kita para orang tua dan pendidik lainnya):
1. Ajak anak untuk bekerja sama
Anak-anak yang dominan otak kanan lebih peka perasaannya, oleh karena itu mulailah belajar dengan meminimalkan tekanan terhadap anak. Hal ini sangat penting untuk meningkatkan rasa percaya dirinya. Tegaskan bahwa apapun yang terjadi pada ananda, anda akan tetap menyayanginya. Jangan ragu dan malu untuk mengungkapkan kasih sayang pada anak. “Ayah dan ibu menyayangi kamu karena kamu adalah _________” (isi dengan nama ananda).

Setelah menguatkan rasa percaya dirinya, lakukan pendekatan kepada anak dengan kata-kata yang jauh dari kesan menyuruh. Sikap orang tua yang santai dan bersahabat akan menjadikannya tahu bahwa tidak ada agenda khusus dan tidak ada harapan tertentu.“Rudi, habis makan malam nanti kita membaca bersama yuk? Berduaan? (misalnya). Atau jangan menanyakan sesuatu pada anak dengan nada putus asa seperti :”Apakah kamu sudah belajar?” atau “Apa PR mu sudah kamu kerjakan?”. Pertanyaan –pertanyaan ini akan membuat ananda semakin menjauh dari kegiatan tersebut(belajar-mengerjakan PR) karena secara tidak sadar kita telah “menghakimi “ mereka.

2. Jangan mengkritik anak anda (hargai setiap usahanya)